Quotes

Kamu menjadi inspirasi, karena kamu berani meski sendiri- 2018

18 May, 2013

Cinta yang Berbeda



Sore ini, tepatnya saat aku pulang kuliah di ITB Bandung. Aku sengaja kencan dengan kekasihku yang juga satu kampus denganku. Namun kelas kita berbeda, aku satu tahun dibawahnya. Tapi wajahnya yang imut itu tak membuat para wanita mengacuhkannya juga.
“aku menunggumu sejak tadi Din” katanya
“Aku disini kok, aku juga menunggumu, Tadi aku habis sholat,  jadi telat, maaf ya? . kamu kemana aja?”
“Oh. aku pergi sebentar , ini untukmu”
“kamu paling tau aja aku lagi pengen ice cream”
“aku tau karna setiap rasa yang kamu rasakan , juga aku rasakan”
Aku hanya tersenyum dan menatap matanya, sangat dalam.
Kukecup pipinya. Kanan dan kiri. Sepertinya dia tersentak atau tidak menyangka, mungkin dia mengira aku seperti  badai. Tiba-tiba datang entah kapan, tiba-tiba membawa ribuan orang berada dipeluknya, atau mungkin membawa jiwa mereka dengan tiba-tiba , untuk menemaninya.
“enggak Dio, aku gak bawa ribuan orang dipelukan aku, aku cuma bawa kamu dalam kehidupan aku, nih mau coba ?” aku menyodorkannya, lalu Dio menjilati ice cream ku, meskipun dalam genggamannya  ada satu ice cream, namun berbeda rasa.
Kita bercanda, kita tertawa lepas di persimpangan taman dekat kampus. Dia mengajarkan aku tertawa tanpa beban. Inilah rasanya cinta, setidaknya walaupun pernah sakit, tetapi rasanya tidak berubah, ada keindahan dan cahaya cinta itu selalu bisa merasuk lewat genggaman kita, masuk dalam fikiranku. Sehingga dialah yang selalu kuingat. Hanya seperti ini orang yang berkencan, tidak ada yang berbeda kecuali mereka yang berkepribadian sama, iya dalam kutip mereka berkeyakinan sama. Tidak seperti kita.
“Dio , kapan bisa seperti ini lagi ?”
“kapanpun aku bisa, lusa ya? Besok hari minggu aku harus ke gereja. Kan kamu tau?”
“ tapi aku gak bisa nunggu lama-lama.. habis itu bisa kan?”
“sampai sore. percayalah, waktu kita masih panjang, kita masih bisa sering ketemu kok”
“sebelum pernikahan itu ?”
“jangan ungkit itu saat kita sedang merasakan kebahagiaan ini Din”
“tapi kan kamu tau aku gak suka Farhat?”
“jangan sebut namanya, aku kan sudah tau?”
“Cuma gak adil aja”
Tiba-tiba hujan datang tak jelas dan tak tau waktu. Mereka semua beriringan mengguyur kami hingga kedinginan. Iya, mereka lah yang merusak kebahagiaan sebagian pasangan, dan mereka menyenangkan sebagian pasangan yang memang sejak tadi menunggu ketidak jelasan ribuan rintik air itu.
“Dio, tau tidak? Setiap aku menikmati rintik hujan yang melebur ini, aku merasakan sesuatu yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya dengan lelaki itu. Ini terasa beda”
 “aku juga menikmati rintik hujan ini berbeda dengan wanita masa laluku”
“jadi ?“
Pria itu memalingkan wajahku dengan kedua telapak tangannya yang lembut.
“terasa indah saat bersamamu”

No comments:

Post a Comment