Quotes

Kamu menjadi inspirasi, karena kamu berani meski sendiri- 2018

04 October, 2012

syair Kematian


Syair kematian
Engkaulah itu, yang diam diam
Datang dalam kelengangan ?
Sedang gerbong-gerbong penantian
Belum juga tuntas kutuang dalam kanvas
Ataukah,
Sudah terlanjur jauh aku
Menyeret langkah ingga tak mampu lagi
Aky menghitung kereta demi kereta
Yang melintas DIHADAPANKU !
Hujan
Aku emndengar hujan turun di luar
Tapi
Amisnya tak lagi membasuh amis darahku
Dinginnya tak lagi bisa menggigilkan sukmaku
Dan aku melihat orang orang sibuk merasakan kehangatan pijarannya
O, ingin pula aku dendangkan sebuah lagi
Tapi bibirku kelu
Tak lagi bisa bersuara
Berjuta kata kata hanya menumpun dalam dada
Tak lagi punya gema, aku hanya bisa diam
Bahkan kereta terakhir yang aku tumpangi
Membawaku ke negeri paling asing
Yang belum pernah aku kunjungi

Menungan Senja


Menungan senja
Sesekali bayangan kenangan
Menyapa menungan senja
Angin yang bertiup
Mengirim salam duka
Pada hati yang kesekian kali
Terlancar oleh warna kemanusiaan
Yang kian luntur
Akulah yang dicakar gunung duka
Mengimpi sejalur kemilau
Dari dakapan dakapan erat
Suatu khayalan bernama kasih tumpah tak ke lurah
Cebisan cebisan waktu
Menghimpit ke maya makna
Janji hanya pengucapan di bibir embun